Narasi Pernikahan Ridwan dan Noni (1/3)

“Dan segala sesuatu Kami jadikan berpasang-pasangan,
supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (24:32)

Sabtu, 9 Januari 2009. Hari ini menjadi miliki sepasang manusia. Saat tinta sejarah terukir di singgasana kebahagiaan, saat seribu salam dan rasa hormat menjadi saksi terlukisnya ikrar syahdu pernikahan di antara mereka.

Adalah seorang pemuda yang lahir di tanah Cianjur pada tanggal 22 Februari 1986. Ia tumbuh dan dibesarkan dalam kasih sayang keluarga Bapak Supyadin dan Ibu Lolom. Di gudang santri dan kiyai inilah seorang Dede Ridwan Janat menghabiskan masa kecilnya hingga beranjak dewasa. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di SDN Selahuni Cianjur, MTsN Sawah Gede Cianjur, dan SMKN 1 Cianjur. Ketika di SMK, saat menimba ilmu di dunia otomotif, anak ke 5 dari 6 bersaudara ini sering bermain ke Perpustakaan Daerah Cianjur. Di perpustakaan itulah Ia menemukan “cintanya” dengan dunia Arsitektur, buku-buku dan majalah Arsitektur silih berganti menarik hatinya. Ridwan pun memutuskan untuk hijrah meninggalkan tanah tempat tumbuhnya padi penghasil beras terbaik ini. Ia melangkah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Bandung.

Adalah seorang gadis bernama Noni Astria, anak pertama dari 2 bersaudara, lahir pada tanggal 16 September 1987 dari keluarga Bapak Tatep J. Wiriadiwangsa dan Ibu Nuryani. Ia lahir dan dibesarkan di kota Bogor, kota yang dijuluki Buitenzorg (aman dan tenteram) oleh Belanda. Di kota yang memiliki curah hujan sangat tinggi inilah seorang gadis berdarah Jepang, Noni menghabiskan masa kecilnya hingga remaja seiring pendidikan formal yang ia jalani. Namanya tercatat sebagai siswi SDN Pengadilan 3 Bogor, SMPN 2 Bogor, dan SMAN 5 Bogor. Ketertarikannya pada dunia ekonomi mulai terlihat saat Ia melibatkan diri menjadi pengurus koperasi disekolah nya. Ia pun terdorong untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Noni pergi ke Bandung untuk kuliah.

Seberkas terang sang mentari pagi perlahan naik ke singgasana, sayup-sayup sinarnya merayap di sela ranting dan celah dedaunan, gurat cahayanya terlukis di permukaan dinding villa Isola, segaris terangnya menembus sudut jendela. Villa Isola, landmark sejarah Kota Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, landmark sejarah kehidupan dua manusia. Seutas tali memadu semusim harapan di antara dua insan, simpulnya tersusun rapi di sela kehangatan, ketika cinta telah menepis perbedaan.

Ridwan masuk sebagai mahasiswa UPI di tahun 2004, Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur menjadi pilihannya. Sedangkan Noni tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Koperasi angkatan 2005. Keduanya menabung kepingan kehidupan.

Ridwan mengukir namanya di Keluarga Mahasiswa Arsitektur KRIDAYA, kisahnya memperjuangkan hak menjadi catatan tersendiri, ia juga pernah mengikuti FK-TKI MAI di Jakarta, sebuah forum kegiatan mahasiswa Arsitektur Indonesia. Untuk mengasah kemandiriannya, Ia juga merintis beberapa usaha dari nol. Menjadi mahasiswa S2 adalah keinginannya, harapannya untuk berkelana memberikan sumbangsih terbaiknya di dunia Arsitektur.

Noni aktif di KOPMA, sebelumnya Ia diterima PMDK di IPB, namun sengaja Ia tinggalkan karena ketertarikannya pada dunia pendidikan, Ia tertantang untuk terjun ke dunia kerja yang menuntut interaksi dengan banyak orang. Ia pernah magang di BAKOP (Badan Akreditasi Koperasi) Jabar dan sering menjadi pemateri untuk kegiatan LP2K (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Koperasi). Sekalipun saat SPMB Noni ingin mengambil Pendidikan Geografi, tanpa ia sadari Allah menggerakkan pensilnya untuk memilih Pendidikan dan Ekonomi Koperasi. Demikianlah kuasa-Nya ketika membirikan pilihan terbaik bagi Hamba-Nya. Ingin menjadi praktisi dan bergelut di dunia Koperasi pun terbangun menjadi impiannya.

Dalam perjalanannya, ternyata Ridwan pun digariskan aktif di KOPMA. Lalu bagaimanakah tahap demi tahap prinsip koperasi yang berlandaskan asas kekeluargaan itu mampu menyatukan dua insan dalam satu keluarga?

About these ads
Dengan kaitkata ,

2 gagasan untuk “Narasi Pernikahan Ridwan dan Noni (1/3)

  1. [...] Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3 [...]

  2. [...] atau bernarasi seperti ini atau ini pun tidak lantas membuat you ujug-ujug menikah. Karena menikah itu KEPUTUSAN. Jadi ke KUA hari ini [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: