Perjalanan Bandung-Lampung

Mulanya kami berencana menghadiri undangan pernikahan seorang teman di Bandar Lampung. Teman sewaktu SMA, teman berbagi suka, cita, dan derita semasa remaja, masa-masa di mana tak ada wanita seusia kita-karena sekolah kami adalah pesantren yang berasrama. Sekarang kami sudah memasuki usia produktif, baik dalam hal pekerjaan maupun keturunan. Saat ini kami terpisah oleh jarak, waktu, dan kesibukan masing-masing. Silaturahim hanya kami lakukan dengan kontak via milis ataupun Facebook, pun di waktu yang lain kadang kami yang di satu kota juga berkumpul dan main futsal untuk melepas rindu dan berbagi pengalaman.

Pasca meeting alias diskusi via SMS selama berhari-hari, akhirnya yang jadi berangkat ke pernikahan adalah saya sendiri, mungkin karena tempat  yang “jauh” juga ikut memberatkan.

Alternatifnya waktu itu kami akan berangkat menggunakan mobil teman, setelah dikonfirmasi ternyata tidak bisa. Hmm. Lalu ada yang mengusulkan bagaimana kalau sewa mobil, pilihan ini juga dibatalkan karena alasan dana. Hmm. Akhirnya muncul ide bagaimana dengan backpacking?

Ternyata yang bersedia hanya saya sendiri, hehe. Setelah cari-cari informasi  di internet dan bertanya ke teman SMP di Facebook, akhirnya saya mendapatkan rute angkutan yang paling ekonomis. Tanpa berpikir panjang lebar saya memberanikan berangkat seorang diri, itung-itung pengalaman dan refreshing, selain dalam rangka memenuhi undangan. Refreshing? Apanya yang perlu di refresh? Tentu saja kuliah  6 tahun saya yang belum beres ini.

Ok, ok, langsung saja ke reportase.  Oiya, foto-foto selama perjalanan ada di sini.

Sebenarnya kalau mau naik bis dari Jakarta/Bandung ada yang langsung ke Bandar Lampung. Tapi saya memilih yang ekonomis dengan resiko capek dan  perlu sedikit kesabaran alias “harus memaksakan diri menikmati perjalanan yang mungkin agak sedikit rumit”. Dengan bekal nekat, saya hanya bawa uang Rp.250.000,00 plus dua lembar uang Rp.1000,00

Rincian Ongkos:

  • T. Leuwi Panjang (Bandung) – T. Kampung Rambutan (Jakarta) naik bus (AC) Rp.35.000,00
  • T. Kampung  Rambutan – Pelabuhan Merak naik bus (AC) Rp.20.000,00
  • Kapal kelas ekonomi Merak-Bakauheni Rp. 10.000,00 (Kapal cepat/kelas eksekutif sekitar Rp.30.000,00)
  • Bis ekonomi dari Pelabuhan Bakauheni – T. Rajabasa Rp.17.000,00
  • Total ongkos = Rp. 82.000,00
  • Plus makan, beli minuman, permen, jajan, angkutan dalam kota, dll total = Rp.147.500,00

Nah lho, kenapa kok jadi mahal? Ternyata selama perjalanan ada saja yang pengen dibeli, khususnya jajanan. Tips: kalau mau nggak jajan usahakan makan sampai kenyang terlebih dahulu, bawa bekal minuman (jangan beli di dalam bus/warung-warung di terminal karena para penjual biasanya sudah mematok harga preman) Bayangkan saya makan di warung padang di terminal Rajabasa Bandar Lampung dengan lauk ikan lele, dengan nasi yang sudah agak kering, rasa yang berantakan, dikasi harga Rp.25.000,00 dan jangan lupa, ngecas HP juga ada tarifnya, kalau di warung Padang itu Rp.2.000,00 sekali cas. Wow, jangan lupa jaman sekarang semua jadi duit.

Sedangkan untuk perjalanan pulang ke Bandung, lebih kurang sama, tapi  karena saya sudah makan di acara nikahan teman, saya tidak perlu makan berat di perjalanan. Tapi tetap saya jajan-jajan biar nggak ngantuk dan tetap waspada, maklum kelas ekonomi tetap ada resiko copet. Total ongkos pulang saya Rp.95.500,00 selain karena tidak makan berat, saya tidak mampir ke terminal Kampung Rambutan dulu, alias dari Pelabuhan Merak langsung naik bus ke Bandung.

Dengan kelas ekonomi (non-AC) ongkos Merak-Bandung cuma Rp.35.000,00 Wow! Murah sekali! Ups, jangan lupa karena saking murahnya, resiko yang harus ditanggung adalah resiko waktu, karena busnya berhenti di beberapa terminal, dan suka ngetem di sembarang tempat selama perjalanan.

Rincian waktu:

  • T. Leuwi Panjang (Bandung) – T. Kampung Rambutan +/- 3-4 jam
  • T. Kampung Rambutan – Merak +/- 3-4 jam
  • Kapal kelas ekonomi Merak-Bakauheni +/- 3-4 jam
  • Bakauheni – T. Rajabasa +/- 4 jam

Kenapa range-nya lumayan jauh sampai +/- 1 jam? Karena kelas ekonomi sungguh tidak peduli waktu, yang penting sampai. Tidak peduli anda berkeringat di dalam bus kepanasan, karena yang penting sampai. Tidak peduli berdesak-desakan dan asap rokok di mana-mana, pokoe sampai tujuan. Begitulah prinsip kelas ekonomi ala Indonesia.

Bahkan saya tidak tau kenapa si kapal yang biasanya butuh 3 jam untuk nyebrang, waktu perjalanan dari Bakauheni ke Merak kapalnya sempat berhenti di tengah laut cukup lama, alhasil di atas kapal sampai 5 jam. Iya betul 5 jam! Tapi, sekali lagi perjalanan harus dinikmati, maka saya tiduran di bagian depan kapal dekat tiang yang seperti di film Titanic itu sambil menatap lampu-lampu di kejauhan dan bintang-bintang di angkasa.

Karena duit pas-pasan apa boleh buat, tetap harus ada yang dikorbankan,  yaitu KENYAMANAN. Tapi, bagaimanapun juga yang membuat saya merasa sangat puas adalah bahwa ongkos Rp.252.000,00 cukup untuk pulang pergi, bahkan lebih.

Dengan kaitkata , , , , ,

4 thoughts on “Perjalanan Bandung-Lampung

  1. miphz mengatakan:

    Barakallahulaka Bobby – Isye,

  2. […] pas-pasan, harus berpayah … misalnya sampai menghadiri pernikahan temannya di luar pulau seperti ini, yup sendirian – karena teman-teman yang lain – yang “seukuran mahasiswa” […]

  3. Gulunganpita mengatakan:

    Rencananya bulan ini saya juga mau ke Lampung, kak.
    Kalau lagi ngejar urusan pasti ngga bisa ontime ya pakai ekonomi..
    terima kasih infonya lho ya :)

  4. nabella mengatakan:

    Untuk taun skg ongkos bdg_lampung berapa ya ?kalo aja ada yang punya info ,pgn backpackrn ke lampung

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: