Pengalaman Pertama Pengajuan Kredit di Bank Syariah Mandiri

Ini adalah pengalaman pertama saya mengajukan kredit ke Bank dan sekaligus menjadi pengalaman pertama pengajuan kredit saya yang ditolak oleh Bank. Kedepan, ini akan menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk pengajuan, pengajuan, hingga pengajuan berikutnya. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Sebelumnya, di tahun-tahun sebelumnya beberapa kali saya sudah berusaha bertanya langsung tentang bagaimana persyaratan pengajuan kredit pembiayaan usaha di beberapa bank maupun lembaga keuangan bukan bank lainnya. Ya, dengan tidak menutup apapun yang harus ditutup-tutupi, semuanya mempersyaratkan adanya jaminan, apapun bentuknya, sertifikat tanah, rumah, bukti  kepemilikan kendaraan bermotor, ataupun aset usaha yang sedang berjalan, dsb.

Saya pernah mendengar kutipan perkataan seseorang di televisi, tampaknya beliau adalah seorang pakar. Ia mengajukan sebuah pertanyaan retoris,  “Orang gila mana yang mau ngasih pinjaman uang ke orang lain yang usahanya itu nggak ada?” Saya tidak tau Ia berbicara dalam konteks apa, karena saya hanya mendengar sekilas. Tapi yang saya tangkap ini adalah sindiran kepada mereka yang ingin mendapatkan pembiayaan, apakah itu sebagai modal untuk memulai sebuah usaha, atau pembiayaan dalam hal lainnya. Intinya, saya menyimpulkan kalau ingin mengajukan kredit modal usaha ke Bank, kita harus menjalankan usaha itu terlebih dahulu.

Hm,  teringat dengan celetukan yang saya kira cukup populer, celetukan itu berkata, “Yah, namanya juga Bank, mereka sangat hati-hati dan nggak mau ambil resiko, alias pengen enaknya saja! Yang penting kan untung!”

Orang tua saya pensiunan Bank. Saya sendiri kuliah di jurusan Arsitektur dan saat  perkuliahan memasuki semester dua – saya memaksakan diri mendaftar  menjadi mahasiswa jurusan ekonomi di STIE Muhammadiyah – yang hanya berjalan selama dua semester, karena males, akhirnya saya teruskan saja perkuliahan sebelumnya.  Tapi persoalan perekonomian masih mengusik hati saya. Saat itu saya melihat ada sebuah seminar umum tentang ekonomi syariah di ITB, hati saya kembali terusik dan membuat saya aktif di sebuah forum untuk membela dan mensosialisasikan Perbankan Syariah. Beberapa bulan setelah itu saya pun mengikuti lomba menulis karya ilmiah tentang ekonomi syariah yang diadakan oleh FE UI – walaupun tidak menang – semangat idealisme perbankan syariah masih ada di dalam jiwa saya. Judul karya tulis saya adalah Membangun Keseimbangan Sektor Riil dan Moneter (Perspektif Pertumbuhan Lembaga Keuangan dan Perbankan Syariah sebagai Infrastruktur Ekonomi Islam). Wow, judulnya wow sekali yah! :(

Waktu terus berjalan, detik berganti, seminar entrepreneurship, workshop kewirausahaan yang sedang ramai di Bandung sekitar tahun 2007-2008 saya ikuti, belasan, bahkan puluhan acara pelatihan. Jiwa wirausaha telah tertanam, namun, ya, hanya tertanam, alias tidak tumbuh dan membuahkan buahnya. Hm.

Kuliah pun terus berjalan, hingga tahun ke enam. Tahun-tahun yang kritis penuh dengan tekanan. Semangat kemandirian kian menjelang, bahtera kehidupan kini hadir di hadapan.

Saya pun mulai melirik bisnis yang lebih serius, setelah beberapa kali mondar-mandir berbisnis serabutan, termasuk menjual donat yang menurut sebagian orang sangat memalukan! Saya mulai ikut berinvestasi dalam usaha warnet bersama beberapa orang teman. Karena teman ini sudah berpengalaman di koperasi dan memiliki beberapa warnet – menjalankan warnet yang ke tiga adalah perkara mudah baginya. Dan, ya, setelah beberapa bulan rata-rata omzet menggembirakan, walau ada beberapa fluktuasi di sana-sini, alhamdulillah semua berjalan normal dan saya mendapatkan bagi hasil yang sedikit demi sedikit terus meningkat setiap bulan.

Waktu berlalu dan detik berganti lagi, saya mulai melirik bisnis online. Awalnya tidak sengaja, menemukan jasa pembelian barang secara online dari luar negeri. Saya iseng memesan barang, dan dalam hitungan 12 hari barang pesanan saya pun datang. Saya pun melihat peluang yang menjanjikan jika saya bisa melakukan hal yang sama. Saya tinggal beli barang yang tidak ada di sini dari sana untuk di jual di sini – as simple as buy low then sell high – jalankan saja prinsip purba itu sebuah teori bisnis, karena saya sudah muak dengan seminar.

Alhamdulillah wa syukurillah, semua jalan untuk melakukan itu kini terbuka, dan saya pun bisa melakukan pemesanan sendiri. Hanya satu hal yang mengganjal, modalnya dari mana ya?

Tiga rekening bank saya buka dalam waktu satu bulan dengan cara memutar uang, yang penting saya punya rekening yang sesuai dengan rekening kebanyakan pelanggan saya, agar kegiatan transaksi dan transfer menjadi lebih efisien, cepat, dan nyaman. Namanya juga bisnis online. BNI sebagai rekening uang transfer dari orang tua (namanya juga mahasiswa), BCA, MANDIRI pun saya buka untuk bisnis. Berkali-kali trasaksi pun berjalan lancar.

Flash back, memori saya mengenai bank syariah pun tersentuh lagi. Oh, iya. Bukankah saya dulu adalah agen yang memperjuangkan idealisme bank syariah? Memori ini mendorong saya hingga akhirnya saya membuka rekening di BSM (Bank Syariah Mandiri). FYI, 4 bank tersebut lokasinya sangat berdekatan, pun dengan tempat kosan – mungkin ini juga yang mendorong saya untuk gemar membuka rekening tanpa tujuan menambah saldo!

Cerita punya cerita, lama sekali waktu pembuatan kartu ATM di BSM Jl. Setiabudi Bandung. Saya dijanjikan kartu ATM selesai dalam waktu 3 minggu. Wow, lumayan, bank lain hanya butuh 1 minggu untuk mencetak kartu ATM yang ada namanya. Saya kurang suka dengan kartu ATM instan karena kalau hilang agak susah ditemukan. (kartu atm BNI saya sudah hilang untuk yang ke 6 kalinya – dan 6 kali pula saya harus membuat surat keterangan hilang ke polsek). Ketika saya datang ke kantor BSM untuk mengambil kartu ATM, ternyata, oh, ternyata, oh, ternyata, belum jadi. Hingga 2 minggu kemudian baru bisa saya ambil. Katanya, kesalahan sistem. Yah, ndak papa, insyaAllah nggak apa-apa kok.

Saat mengambil kartu ATM, karena belum jadi, karena bank sepi juga, atau mungkin karena CS nya merasa nggak enak, akhirnya saya diajak ngobrol. Hingga pembicaraan mengerucut pada pembiayaan mikro, ya, saya ditawari pembiayaan mikro. Ah, senangnya!

Saya pun diajak untuk menemui bagian pembiayaan/kredit. Saya diantar ke lantai tiga layaknya seorang nasabah potensial/prioritas (padahal saya adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedikit agak stress). Setengah jam lamanya berdiskusi, saya pun senang dengan berbagai tawaran jenis pembiayaan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Saya pun jujur dan terbuka, ini semua demi sesuatu yang agar saya kira supaya adil dan menentramkan, kondisi saya seperti apa, usaha saya apa, dsb. Beliau menjelaskan dengan kata-kata yang sangat positif dan memotivasi dan meyakinkan saya kalau saya juga bisa mengajukan kredit! ya, dengan syarat ini, ini, ini, dan itu.

Seminggu kemudian saya kembali untuk bertanya, memperdalam , dan berkonsultasi lebih lanjut. Dan, ya, saya pun diberi formulir untuk diisi serta dilengkapi persyaratannya, alhamdulillah semoga lancar ya Allah. Tidak lama, akhirnya saya pulang dan mencari kelengkapan semua persyaratan yang diminta.

Tepat seminggu kemudian saya kembali ke BSM dan menyerahkan formulir pada hari jumat. Dan dijanjikan untuk mensurvei tempat usaha (warnet) pada hari senin. Waktu berlalu detik berganti, cemas, senang, grogi bercampur aduk menjadi satu. Senin, selasa, rabu, dan kamis pun berlalu tanpa ada kabar apapun! Padahal saya dijanjikan akan di telpon, tapi tak satupun ada telpon yang masuk. Akhirnya pada hari Jumat, dengan sisa pulsa yang ada, sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, saya pun menelpon ke kantor BSM.

Telpon pertama dijawab dengan kata maaf, karena bagian pembiayaan sedang ada kegiatan dan meminta saya untuk menunggu. Saya pun menunggu selama sekitar 2 menit. Walaupun tak ada jawaban, saya tetap menunggu, hingga akhirnya telpon diputus secara sepihak tanpa ada pemberitahuan. Grrr!

Saya pun menelpon kembali dan menanyakan bagaimana dengan aplikasi pembiayaan atas nama saya. Akhirnya direspon. Respon yang saya terima adalah tetap permohonan maaf karena usaha saya berlum berjalan selama 2 tahun. Karyawan yang mengatakan sebagai komite kredit ini menjelaskan bahwa kemarin warnet sudah di survei, dan usaha bapak (padahal saya mahasiswa kok dipanggil bapak) masih berjalan kurang dari setahun! Maaf ya pak, tapi ini haril keputusan komite! Oh, dalam hati saya berkata “Oh!” Sambil sedikit kesal!

Kesal karena apa? Karena 2 kali pertemuan sebelumnya dalam duaminggu berturut-turut tidak ada masalah dengan semua apa yang saya sampaikan, dan! Seluruh surat persyaratan sudah saya penuhi tanpa satupun kekurangan! Dan janji itu ternyata oh, ternyata. Saya tidak akan kesal kalau dari awal sudah dijelaskan dengan baik! Tapi, janji itu kan, ternyata oh, janji. Karena survei membuktikan! bahwa warnet belum genap setahun – yang sudah saya jelaskan selama 2 kali pertemuan di 2 minggu berturut-turut sebelumnya.

Hm. Begitulah pengalaman pertama saya mengajukan aplikasi kredit usaha mikro! Ya! MIKRO! 3 Juta! dengan angsuran 12 bulan! Saya mengajukan aplikasi untuk modal sebanyak Rp.3.000.000,00 dan mendapat pelayanan yang sangat membuat saya kesal. Allahuakbar. Semoga di bulan yang penuh maghfirah ini kita semua diberi ampunan oleh yang Maha Adil  dan Maha Menentramkan dan tentunya diberi keberkahan rizki dan di tengah nuansa kebangsaan serta nasionalisme yang ramadhani ini, semoga keberkahan kita sebagai umat Islam dilimpahkan di tanah subur ekonomi riil yang semoga akan menjadi tulang punggung kesejahteraan Umat. Amiiin.

Dengan kaitkata , , , , , , , , ,

69 gagasan untuk “Pengalaman Pertama Pengajuan Kredit di Bank Syariah Mandiri

  1. Arief Rakhman mengatakan:

    amiiin…

  2. pulsa murah mengatakan:

    Kalau usaha masih kecil, pinjam ke bank susah banget, kalau usaha kita maju, banyak bank berlomba lomba menawari kredit….itulah Bank…

    • miphz mengatakan:

      Hehe, terimakasih sudah berkunjung bu Dwi. Kira-kira apa bedanya dengan renternir ya? Karena keduanya sama-sama punya resiko yang sangat kecil. Lalu kemanakah idealisme prinsip syariah seperti:

      Beberapa prinsip/hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain:

      * Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan.

      * Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.

      * Islam tidak memperbolehkan “menghasilkan uang dari uang”. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.

      * Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.

      * Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah.

      Semoga saja, semoga prinsip dasar ini diterapkan, semoga. Karena di BSM pun ternyata prinsip pertama itu dilanggar! Kenapa? Karena nilai pembayaran sudah ditentukan di awal oleh BSM!

      Mau menjadikan uang sebagai komoditas? Lepas saja label syariah itu!

  3. TJ mengatakan:

    OH..OH..OH…kita senasib rupanya, cuma lain bank sih.

  4. salman mengatakan:

    saya juga pernah punya pengalaman,,, kya gitu,,, tp enggak di dank di koperasi syariah,,,
    tdk menunggu hanya seminggu dua minggu tp hampir dua bulan menunggu sampai bolak balik responnya sama,,,,,
    kaya gitu maaf karena keputusan manajemen,,,

  5. Lisa mengatakan:

    Begitulah bank ..mau syariah kek atau apapun kek ..tetep aja komersil…
    Nolongin org ..Bullshit
    Membantu Usaha Rakyat ..Klise

  6. krisna mengatakan:

    Namanya juga riba

  7. download materi kuli mengatakan:

    belum pernah coba2 kredit, takut nggak kebayar.. hahha

    link exchange : bit.ly/aY7KEa atau pendek.in/02d7r

  8. dee wahjoedi mengatakan:

    maap.nanya OOT nih:
    1)buka rekening BSM ga mesti satu daerah sama tempat tinggal kan? Misal KCP di kota A, saya di kota B.
    2) berapa sih setoran awal utk tabungan?
    3) apa setiap transaksi (penarikan atau penyimpanan) harus di BSM saja?tidak bs di Bank Mandiri?

    Syukron,
    hidup mahasiswa!

    • miphz mengatakan:

      1. Sebaiknya sih sesuai KTP, yg jadi masalah KTP sudah sesuai dengan tempat tinggal belum? Biasanya yg jadi syarat: KTP aja

      2. Ada banyak produk tabungan, Yg saya tau di BSM ada tabungan rupiah (umum dipakai), deposito, dollar, dsb … Oh iya ada juga “tabunganku”, disemua bank ada: setoran minimal Rp.20.000 tanpa biaya administrasi + tanpa kartu ATM.

      3. Ya, harus di BSM. Kalau lewat bank lain ya pakai transfer/kliring … BSM dengan Mandiri sudah beda manajemen.
      :) Semoga membantu

  9. isw_banna mengatakan:

    subhanalloh inspiringh banget nih\
    saya juga mau mengajukan kredit

  10. hendra mengatakan:

    he…he.. gak usah heran mas mana ada sih di indonesia bank Syariah, sama saja Syariah dan Konvensional. Nama Syariah hanya untuk menutupi padahal pakai sistem bunga juga. mana ada negosiasi cicilan perbulanya.

    Saran saya mas gak papa usaha kita kecil jualan donat tapi omzet 10 juta-20 juta perbulan. lebih baik pakai modal sendiri tentu dengan menabung dan berhemat, lihat orang-orang cina awal gak ada yang pinjam ke bank mereka prihatia susah sekarang enak kemudian, setelah besar baru pinjam ke bank gede aja sekalian jadi enak kalu mau ngemplangnya.jangn tiru Edi tanzil.

    palin enak kelarin kuliah, coba jadi PNS, kalau lulus dapat SK, sekolahin itu SK kebank untuk modal usaha ya, jangan untk konsumtif. piha bank akan senang kalau kita ini PNS wah pasti ditawari mau 50 juta pak atau 100 juta, ya jaminanya negara pasti bank gak mikir-mikir lagi.

    Kalau mau usaha jg terbentur oleh modal, usaha bisa modal dengkul, bisa modal orang lain. sering2 lah bergabung dengan komunita spengusaha seperti tangandiatas.com dibandung ada kok TDA wilyah bandung. saya aja mulai usaha modal 500 ribu alhamdulillah bisa survive tanpa modal dari bank.

  11. audi mengatakan:

    mantep bgt ini.. mirip2 saya idealismenya, baru mau mencoba, baca tulisan sampean jadi mikir2.. mending minjem ortu aja deh.. hehehe

  12. almadinnah mengatakan:

    hmm… tragis banget yak… klo sudah mengatasnamakan syari’ah tapi aplikasinya tetep konvensional…

    tapi … lebih tragis lagi klo para calon pengusaha yg butuh dana, batal jadi pengusaha hanya karna usahanya harus min.2 thn dulu, usahanya keliatan “wah”, dsb… T_T

    padahal dgn semakin berkembangnya wirausahawan2 baik yg mikro, kecil, menengah maupun besar, berpotensi mendukung perekonomian rakyat. memperbesar peluang kesejahteraan (baca: memperkecil pengangguran yg efek negatifnya-kriminalitas, sosial, dll-jauh lebih besar) harus terbentur sama birokrasi kredit… T_T

    apa Qt harus rame2 jadi Peg.** dulu biar mudah kredit? lha trus, kayaknya klo udh Peg.**, udh PW tuh… paling klo kredit ya yg konsumtif…

    belum lagi proses mau jadi P**, rame2 maen licin… udah bukan rahasia umum lagi… T_T

    ide cerdas & usaha kreatif (hendra) yg tidak bergantung pada **** tapi bisa mandiri n sukses. ^_^

    (lagi survei info mau kredit k **** tapi kok gini… T_T)

  13. pelayar mengatakan:

    bang membantu usaha kecil untuk berkembang..!
    ataw bikin ragu usaha kecil utk maju…!

  14. Sunset mengatakan:

    wah saya juga menabung di BANK syariah yang sama…jadi saya punya pandangan nih sebelum pinjam di BSM, BTW BSM bisa kredit tanpa agunan nda yah?

  15. Mau Minjam mengatakan:

    Assalamu Alaikum.
    Posting Bapak ini membuat saya jadi agak ragu untuk mengajukan pinjaman ke BSM. Padahal saya rencananya lusa mau ke sana 18-08-2011
    Bagaimana ini ya?
    saya mau minjam rencana 100juta. Buat usaha toko komputer.

    Seandainya bapak saya kaya…

    • miphz mengatakan:

      Waalaikumsalam :)

      Jangan ragu pak, jangan pernah ragu untuk memulai usaha. Apa yang saya alami ini tentu saja hanya kasus. Belum tentu kalau sekarang saya ke BSM lagi mendapat respon yang sama seperti setahun yang lalu.

      Setiap orang tentu punya cerita masing-masing. Ambil yang baik dan bisa dipelajari dari pengalaman saya di atas, semoga apa yang saya alami tidak dialami oleh yang lain :)

      Salam sukses syariah.

  16. Dede mengatakan:

    syariah apa sori ah… :-)
    Kl kredit mikro saran saya di bank pemerintah aja, ada KUR (kredit usaha rakyat), bnr2 merakyat dan persyaratan tdk bertele2, maklum sy dl ex pegawai bank syariah jd sedikit tau :-)

  17. Dede mengatakan:

    sundul dulu ya :-D

  18. Zali Jauhari mengatakan:

    sangat salut dengan usaha anda. bank emang gitu, maunya yang enak2 aja. apanya yang syariah? prakteknya tetap konvensional (baca: primitif).. terus kembangkan bisnis kita meskipun modal terbatas. insyaalloh jika kita tekun, kita akan memetik hasilnya kelak. sukses!

  19. johan mengatakan:

    saya sebagai Hakim juga merasa heran dengan Bank Syariah, kenapa Bank Konvensional berani memberikan bantuan kepada Hakim tanpa birokrasi yang rumit dan bertele2 serta tanpa agunan tambahan lainnya, sedangkan Bank Syariah sangat rumit dan mengecewakan, padahal kita sesama umat muslim, saya pernah bermohon ke Bank Syariah untuk memindahkan hutang dari Bank Konvensional ke Bank Syariah karena senang dengan Bank yang berlebel islami, seperti saudara saja rasanya, tapi hasilnya cukup mengecewakan, kredit diatas 100 juta aja gak dikasih, padahal segala agunan sudah disiapkan yang asli (SK CPNS, PNS, SK Hakim, SK Pangkat, Taspen dan Karpeg dll,), tapi tetap aja Bank Syariah masih meminta agunan tambahan lainnya, apalagi yang kurang dengan saya?? SK2 sudah disiapkan yang asli, gaji pun cukup (take home pay sekitar 7 juta / bulan) dan langsung ditransfer ke Bank, tapi tetap aja bank Syariah gak percaya dengan kita, dan meminta agunan tambahan, emangnya kita Pengusaha?? akhirnya saya sadar, hanya Bank konvensionallah yang percaya dan dapat menjadi teman baik bagi Hakim disaat susah ketika butuh dana bantuan kredit diatas 100 juta, betul2 Bank Syariah tidak membantu saudaranya sesama umat muslim, mengherankan.

  20. Jetti mengatakan:

    Iya nih, saya juga pusing cari modal kerja. Saya ga punya agunan, tp saya punya komitment utk memajukan usaha sy krn modal sy sdh tumpah semua ke usaha ini. Minta kredit ke bank sy ga memenuhi syarat krn ga punya agunan, bukan karyawan, bukan PNS, bukan profesional … sy hanya pengusaha yg sdh setengah jalan dan sdg berjuang utk berhasil, balik modal, lalu mengembangkan lagi …. Ada yg bisa kasih masukan … ?

  21. popo mengatakan:

    Gimana ya sebenarnya saya juga mau membuka usaha dibidang perkebunan kelapa sawit, tapi saya ga punya modal, minta sarannya dan pendapatnya ya?

  22. Hendro mengatakan:

    Hehehehe….sungguh menyakitkan yah…rasanya tidak digubris……..
    Saya juga punya pengalaman di BRI…..sampai gondok……
    Sudah gitu…plafonya kecil lagi…….
    Tapi…alhamdulillah…..sekarang…Insya Allah buat saudara-saudaraku yang membutuhkan…
    Barangkali saya bisa membantu……bisa tinggalkan pesan di blogspot saya….
    Koperasi saya juga bekerja sama dengan sebuah Bank, untuk plafon kisaran 50 – 100 jt dan untuk proses pinjaman…
    Gak kalah sama lainnya….

    • muhammad mengatakan:

      ass pak hendro, perkenalkan nama saya muhammad, saya butuh bantuan modal apakah bisa? domisili area sumut kalo bisa email saya, trims, wassalam.

  23. rafi mengatakan:

    saya sudah mengajukan kredit ke bsm hampir 4 bln blm ada jawaban pdhl berkas sdh lengkap,diawal2 pengajuan kata petugasnya dijanjikan skitar 1 bulan,ternyata oh ternyata sampe hampir 4 bln blm ada judul, marketingnya ditemui susah sekali,ditelp ke hapenya ga pernah diangkat,padahal sy hanya butuh jawaban disetujui atau tidak. akhirnya sy coba ke bank panin, berkas pagi msk kantor,siangnya lgsung disurvey,seminggu kemudian sy di telp bhwa pengajuan sy bisa disetujui 100jt dari pengajuan sbsar 170 jt, skr msh mikir2 mau diambil apa tdk,soalnya sy bth dananya minimal 150jt

  24. roni mengatakan:

    saya tertarik eung untuk melakukan pinjaman kredit…….biar punya pengalaman seperti kalian

  25. dadang mengatakan:

    Ijin share pengalamannya kang

  26. vc mengatakan:

    Bermanfaat banget. Jadi mikir 2 x utk mengajukan kredit

  27. mekar mengatakan:

    tendensius ni pake foto bank nya segala…

  28. dedi mengatakan:

    nasib yg sama….

  29. Yoyek mengatakan:

    banyak juga yang kecewa sama bank syariah yg hanya kedok ternyata rentenir legal dan dengan alamasan BI cheking dan jaminan tidak memenuhi syarat menolak yg yang sudah mau jujur apa adanya. Semoga senasib sama ana diberi allah swt rezeki yang semakin banyak dan bahkan lebih banyak dari yg memberikan penolakan dan tidak mau memberikan kesempatan. amiin semoga allah swt meluruskan kita slalu. trim ane sdh curhat disini

  30. iraflp mengatakan:

    Assalamu’alaikum….warahmatullahi wabarakatu :D

    Membaca pengalaman Penulis bisa di bayangkan betapa di kucilkan kita yang tidak punya usaha….! Tentunya siapapun yang membaca akan merasa kesal!

    Akan tetapi semoga pengalaman tersebut membuat kita tidak menghindari syariah, dan membuat kita untuk terus mencari dan mencari syariah tersebut. sehingga membuat kita menjadi manusia yang berilmu dan beriman.

    Begitu banyak kasus yang di temukan penulis, membuat saya ingin berbagi pengalaman saya juga tentang Bank Syariah di Kota saya, kebetulan saya mempunyai rekening di dua Bank Syariah di Kota Saya. Mungkin bisa di jadikan pengetahuan untuk penulis atau pembaca komentar saya.

    *Pertama, mengenai kartu ATM. Di Bank Syariah di kota saya (Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat), kartu ATM langsung bisa di terima Nasabah saat Pembukaan Buku Rekening.

    *Kedua, perpindahan buku dari Tabunganku (Tdk Ber-ATM) ke tabungan yang ber-ATM di bank Muamalat bisa dilakukan pada saat itu juga dan di peroleh langsung kartu ATM di hari tersebut juga. Sedangkan di Bank Syariah Mandiri saya belum ada pengalaman dalam pemindahan buku seperti itu, akan tetapi pembukaan buku rekening Tabunganku di Bank Syariah Mandiri juga di Fasilitasi kartu Tabunganku, yang berfungsi sebagai kartu ATM.

    *Ketiga, setiap pembukaan rekening tabungan BSM di kotaku tidak di pungut biaya. Saldo mininum pembukaan 80 ribu, itu langsung masuk di buka tabungan tanpa potongan. untuk Tabungan Simpatik (20ribu), dengan ATM (50ribu).

    *Keempat, mengenai Bapak/Ibu… setiap Nasabah Yang datang di sapa dengan sebutan Ibu/Bapak itu bukan untuk menunjukan Usia kita, tapi bagaimana mereka menghargai kita. saya kira setiap pelayanan juga seperti ini, Baik Itu Bank Konvensional.

    *Kelima, Pembiayaan. Bank syariah tidak mengenal kredit (Pinjaman), walaupun setiap nasabah datang dengan keinginan mengajukan kredit. Itu semua karena pengetahuan Syariah yang belum berkembang di masyarakat.

    *Keenam, dalam Pembiaayan terdapat 2 akad dasar, TIjarah (akad niaga) dan Tabaru (akad kebajikan). Dengan akad Tijarah inilah bank memperoleh keuntungan. Bank Syariah adalah Badan Usaha yang tentunya juga menginginkan Keuntungan. Sedangkan Akad tabaru, yang contoh penurunannya seperti Qard (Pinjaman) di mana pinjaman ini bersifat kebajikan, dan pembiayaan untuk mendanai kegiatan sosial bukan komersial, tidak pula di pungut biaya.

    *Ketujuh, berbeda dengan Bank Konvensional semua pengajuan Nasabah di katakatan Kredit. Di Bank Syariah pada akad Tijarah (akad yang sering digunakan untuk pembiayaan di Bank) terbagi atas Bagi Hasil, Jual Beli, dan Sewa Menyewa. Jika ada yang berkata: “Itu hanya masalah akad, Bank Konvesional juga kalau di rubah akadnya bisa seperti itu, maka sama saja.” Maka pemikiran mereka benar, rubah saja dengan prinsip syariah. sebab perbedaan yang paling mendasar adalah Akad. Contoh sederhananya dalam pemotongan Ayam, yang satu pakai Basmalah dan satu tidak, maka yang manakah yang Halal?

    *Kedelapan, Nasabah yang melakukan pembiayaan akan di jelaskan secara umum tentang produk pembiayaan oleh Custemer Service dan akan di jelaskan lebih rinci lagi di bidang Marketing.

    *Kesembilan, Setiap pembiayaan atau Kredit tentunya memiliki persyaratan dan di tinjau dengan prinsip 5C (Terdapat pada buku-buku pengetahuan perbankan). salah satunya Collecteral (jaminan), Bank juga merupakan Badan Usaha yang beramanat, yang dimana Pembiayaan atau Kredit dananya dari dana Nasabah penabung. Sehingga sangat di butuhkan jaminan,…. bank tentu mempertimbangkan resiko. Bagaimana kita bisa percayakan memberikan Uang ke orang lain tanpa jaminan,….. apakah kita bisa menjamin uang itu kembaali, dengan berbagai macam karakter manusia di dunia ini. sehingga dalam pemberian dana sangat di butuhkan kehati-hatian.

    *ke sepuluh, Bank syariah tidak dapat mendanai usaha yang baru berjalan, sebab Bank Syariah tidak dapat menjamin jalan usahanya. Walaupun awalnya adanya penilaian Caracter,…. selama tidak di dukung dengan Capasitas (kemampuan) nasabah dalam membayar. Jika itu di lakukan dan pada bulan berikutnya usaha nasabah belum cukup untuk membanyar pinjaman. Maka di bank tercatat sebagai Utang, Utang Bank untuk penabung. Inilah gambaran Sederhananya, Rp 1, sangatlah berarti.

    *ke sebelas, Untuk usaha sering di klasifikasikan dalam Mudarabah dan Musyarakah. Yang dimana di lihat dari perkembangan usaha nasabah, dan menggunakan prinsip bagi hasil. Jika rugi di tanggung pemilik modal (tanpa unsur sengaja dari pengelolah modal), jika untung di bagi sesuai Nisbah yang di tentukan di awal. Misalkan: Jika keuntungan Nasabah 2 juta di buka angsuran pokok 1 juta dan nisbahnya 40:60, maka pihak Nasabah memperolah 40 juta dan Bank 60 juta. Disamping itu pokok tetap haru di bayar juga setiap bulan berjalan. Jika Nasabah tidak memperolah keuntungan, maka nasabah tidak perlu membagi nisbah akan tetapi tetap membayar angsuran. Pembiayaan seperti ini sangat hati-hati di berikan.

    *ke dua belas, jika di bank Konvensioanal jalan atau tidaknya usaha Nasabah tidak berpengaruh pada pengembalian, pengembalian tetap harus di bayarkan. JIka tidak di bayarkan di bulan awal akan menjadi utang di bulan berikutnya, dan mengalami bunga majemuk yang sering di sebut bunga berbunga.

    *Ke tiga belas, pembiayaan yang sering di gunakan di bank syariah Adalah Murabahah salah satu akad jual beli. syarat-syaratnya seperti KTP, KK, Surat Nikah, Slip Gaji, dll. JIka di pertimbangkan Gaji atau kemampuan usaha mencukupi untuk pembayaran angsuran dan tidak ada masalah pinjaman di bank-bank lain, maka akad ini akann berlangsung dengan cepat. Pencairannya bisa di lakukan dalam minggu tersebut.

    *Ke Empat belas, mungkin berbeda dengan yang penulis rasakan di Bank Syariah di Kota Penulis, tapi di kota saya pihak marketing dapat di hubungi dengan mudah, melalui telpon operator Bank ataupun Ponsel pihal Marketing.

    Inilah pengetahuan dan pengalaman saya tentang Bank Syariah. Semoga celoteh panjang saya diatas dapat di peroleh manfaat di dalamnya….!!! :D JIka tulisan saya mungkin ada yang tidak berkenaan di hati, mohon di maafkan.

    Wassalam……..

  31. windi mengatakan:

    Kalau bank syariah yang umum begitu ya? saya pernah kerja di salah satu bank BPR Syariah. Entah karena faktor kepemilikan bank atau bukan, yang jelas, disana mudah2 saja jika memang usahanya jelas. Jadi coba aja ke Bank-bank yang lebih kecil dari itu. Dulu ada 1 instansi pendidikan pun yang meminjam uang sekitar 350juta. Tapi karena bangkrut tidak bisa mengembalikan pinjaman itu. akhirnya di ikhlaskan saja dan masih banyak yang serupa. Saya sendiri salut dengan beberapa kebijakan bank tempat saya bekerja dulu.

  32. Munir mengatakan:

    Bank itu tidak jauh bedanya dengan Rentainer, kalau keuntungan itu sudah diperhitungkan secara pasti jumlahnya dan tidaK mau menerima kerugian maka jelas hukumnya RIBA.

  33. Hairuddin mengatakan:

    Reputasi: 93
     saya juga tidak ngerti yang namanya bank syaria. sepahaman saya, kredit syaia itu tdk pake agunan. Jika rugi tanggung bersama, jika untung nah ini yang perlu pembagian jelas. Jika pake agunan, apa bedanya dengan bank konvensipnal. Sewa modal (bunga) sudah ditetapkan, apa bedanya ya? Jika ada yamh mau jelasin, pliiiis, jelasin dong. Tq n Wasalam

  34. GANS mengatakan:

    Ikut Share Ah..
    gimana kalau orang orang seperti kita yang kurang beruntung untuk pacaran dengan BANK ..mau SYARIAH atau KONVENSIONAL kek.bersatu aja menjalankan Bisnis2 tertentu dengan modal seadanya…banyak kok bidang2 usaha yang bisa di jalankan…saya yakin teman2 yang nulis atau curhat di sini sebagian besar pasti punya TALENTA sebagai pengusaha…kalau (maaf) PNS itu memang biasanya andalan nya SK…tapi biasanya jarang yang utk produktif usaha,melainkan bersifat konsumtif tapi pengajuannya utk produktif,alias bohong2 dikit.
    kalau TALENTA sdh ada kenapa takut..untuk mulai dari kecil..karena pasti hasilnya akan besar.. daripada tidak pernah memulai..(perang dulu donk..)
    Sekali lagi…gak pernah ada (ada tapi bisa di hitung) di INDONESIA ini yang namanya IKHLAS membantu sesama…OOOOoooo sesama manusianya yang saling kenal aja susah..apalagi BANK…yang kita ngemis2 memperkenalkan diri,…OOOOooohhhh sedihnya dan susahnya mau jadi Orang yang berguna…untung saya pernah pake kocek sendiri beli alat press kaos sama printer bekas…uang pas pas an, ALHAMDULILLAH baru jalan 2bulan bisa di Utangin mesin press dan Printer Baru sama Toko (maaf ,WNA Tionghoa ) tanpa DP,harga sama ,hanya karena beli tinta sambil ngobrol usaha saya..(mungkin Muka saya kelihatan susah nya kali ya..).
    MAJU TERUS ANAK MUDA KITA..SEKALI LAYAR TERKEMBANG,..JANGAN SURUT.
    MEMBUKA USAHA BERARTI KITA MEMBANTU MEMBERI NAFKAH KEPADA ORANG LAIN…SEKECIL APAPUN…DAN AKHIRNYA KITA MENJADI ORANG YANG BERGUNA UNTUK ORANG LAIN. AMIN

  35. norman aceh mengatakan:

    memang benar,BSM sudah menentukan nilai angsurannya,soal hukum anda tau sendiri,tapi saya ajukan kredit mikro diawalnya dapat 50jt dlm jangka 1minggu, 7 bln kemudian saya ajukan 100jt,Alhamdulillah cair dlm jangka 3 hari saja.
    saya ambel di BSM cab.Sigli,pidie,Aceh

  36. nuning mengatakan:

    Maaf mbak…..tulisan mbak itu saya sunting (boleh yaaa)………..karena saya punya pengalaman yang sama. dan tidak bisa menuliskannya secara baik…..
    Terimakasih……………

  37. awan mengatakan:

    lihat link berikut dari Sheikh Imran Hosein:

  38. diam.diem mengatakan:

    menyebalkan menunggu yg gak pasti.mendingan gadai emas nyo2…bank apapun kredit lelet .gmna pengusaha mo naik kelas ! apa lgi bgian kredit / atsan cewek apes .gak nyambunggg…nbung EMAS aja nyo2…

  39. aeonia mengatakan:

    Ini Miphz yang di myq bukan?

  40. Dann mengatakan:

    Hati-hati dengan kata ‘Syariah’, Naudzubillah, saya bisa mengatakan,”mereka tega memakan bangkai saudaranya sendiri…”
    Just share (pengalaman bersama BSM):
    - Biaya Perikatan yang rumit dan tinggi
    - Terlebih dengan margin/riba? yang mereka terapakan tidaklah lebih adil (bahkan menjebak) dari bank primitif (convent)

    Saya hanya bisa berdo’a untuk kawan-kawanku yang bekerja di BSM agar ditunjukkan syar’i oleh-Nya…..

  41. Neni mengatakan:

    Lucu ya…

    orang meminjam k bank kan tujuannya untuk modal usaha, starting ….
    klo hanya yg minimal 2 thn buka usaha baru bisa pinjem,,yaa logikanya klo udah 2 thn buka berarti kan udah jalan tuh usahanya..ngapain minjem dehh.. mndg cari investor aja.

    dimana pro mikro nya?

  42. ihwan mengatakan:

    emang ngeri bank-bank yang berlebel syariah sekarang
    mereka beroperasi menggunakan lebel syariah tapi dalam prakteknya sama saja dengan bank konvensional.
    ya semoga orang2 yg menjalankan kegiatan d bank syariah d beri petunjuk untuk slalu jujur dan tidak menyusahkan org lain dan d beri ampunan oleh Allah SWT atas segala kesalahan yg sudah terlanjur d pebuat. Aamiin :-)

  43. andi e mengatakan:

    hmm, jadi paham, ternyata seperti itu
    kemarin mau ngajuin KPR BSM sepertinya ada “sinyal” dari mereka untuk “menolak”.
    sesuatu yang asalnya bukan dari syariah, terus kemudian dikasih embel2 syariah, itu biasanya tetap lah sama dengan asalnya, bahwa itu bukan syariah
    bank, bukan syariah

    jangan2 nanti ada Miras syariah ya

    harusnya kalo kita nabung di (katakanlah) bank syariah, kita gak perlu dikasih “bunga” tabungan, tapi kita yang harus bayar atas jasa penyimpanan, jasa atas penjagaan mereka terhadap uang kita (biaya administrais/simpanan),jadi uang kita harusnya berkurang, bukan gratis
    seharusnya dari situlah keuntungan bisnis Bank (tempat penyimpanan uang, bukan tempat peminjaman uang) seprti Bank data (tempat penyimpanan data) (sekali lagi menurut saya lho)
    harusnya kalo simpan pinjam itu disebut bank, kospin namanya jadi kosbank :) (koperasi bank, bukan koperasi simpan pinjam)

    maaf ngelantur

  44. Awan mengatakan:

    mas, cerita mas miriiiiip bgt ama kejadian yang saya alami kurang lebih sebulan yang lalu waktu mau minjem duit ke BSM, demi keberlanjutan usaha. Saya alumni D3 IPB Bogor, baru lulus Oktober 2012 kemaren. Mau ngembangin usaha yang udah dirintis semenjak kuliah, kepentok modal. Giliran maau minjem ke bank, malah diginiin ;(

  45. Lawi mengatakan:

    Tetap semangat bro, kalo mnrt gw sih, bank di indo yg konvensional atau yg syariah sucks semua…gak usah p’caya sama mrk, sbnr’nya gw dulu prnh t’gal d’KL (malaysia) slm 5 thn, kalo dsn bank syariah itu amat sangat m’bantu orang2 muslim, dan m’dukung kredit lunak u/ usaha yg syarat & keten’nya gak b’tele2. Mk’nya di negara kita ekonomi mikro gak maju… Terkutuklah kau bank kapitalis !

  46. x2nie mengatakan:

    Syariah = Sareat (kata tersebut digunakan di kampung saya Karawang sbgmana arti “cara”).
    Jadi, pakai “syariah” nya bank = memakai “cara” bank. BUKAN SYARIAH ISLAMIYAH.

    Pantas orang ketipu, lha memang bank gak ada yg berani pake label “Bank Syariah Islamiyah” !!?
    Mana ada bank sekarang ini yg berani nerapin Syariah Islamiyah???

  47. FERRY IMAM mengatakan:

    disarankan jauhi dari yg namanya bank ….mau yg berkedok religi lah apapun itu ….semuanya biang dosa….

  48. masbrojakarta mengatakan:

    bisa diartikan kebanyakan bank itu sebenarnya namanya bank ini bank itu tapi sebenarnya kebanyakan bank itu satu nama yaitu BANK UNTUNG kecuali yang dikemplang pemiliknya

  49. muhamad sofyan mengatakan:

    itulah indonesia brow…!!!
    menganut sistem KAPITALIS,
    yang kaya,makin kaya…yang miskin,jangan mimpi KAYA !!!!!
    pingin kaya harus punya modal dulu…..usaha dulu jalan 2 tahun….baru bisa pinjam ke bank…

  50. falia mengatakan:

    ditempat saya BMT syariah maju pesat, karena mereka ambil margin keuntungan yg menurut saya besar, sekitar 24% pertahun. bayangkan kalo ambil 3 thn jadi 72%. luar biasa syariahnya….

  51. hamba allah mengatakan:

    Tidak ada yg namaNya syariah yg murni,dari akad saja sudah kelihatan jelas,akan tetapi sebagai orang kecil dan memulai usaha kecil mana ada yg mau kasih pinjam selain bank,Kalo mau pinjam untuk modal usaha,cari bank dengan bunga yg terkecil saja,teknis pelunasan dipercepat yg Jelas,maksudNya bagaimana jika kita mau melunasi walau tenor masih panjang…. jangan lupa di tanyakan bila perlu rekam percakapan kita !!

    Mulai dari pinjaman terkecil yg kita mampu,untuk membiasakan diri bagaimana caranya disiplin keuangan,jangan hanya melihat kecil besarNya bunga
    tapi juga flexibilitasNya,
    Maaf blepotan tidak biasa menulis,tapi punya pengalam beberapa kali soal pinjam modal usaha,karena dulu awal usaha tidak punya modal ,pinjam uang dari 500rb rupiah sedihnya minta ampun,tapi sebagai kepala keluaraga kita harus mengesampingkan Ego,dan tetap semangat dalam mencari rejeki

  52. Prawiro Raharjo mengatakan:

    kisah ini persis ,kaya saya proses mengulur waktu 3minggu hasilnya nihil ga sesui harapan

  53. mustika mengatakan:

    Ngenes

  54. maki mengatakan:

    bank syariah dan konvensional sama aja bank..g’ ada bedanya sama2 cari keuntungan…

  55. aprie hartono mengatakan:

    Saya ingin membuka usaha konter pulsa dan loket pwmbayaran ppob..tapi terbentur dana..minjam ke bank harus ada jaminan..sedangkan saya tidak punya jaminannya..
    Menurut bapak jalan keluar seperti apa supaya saya dapat pinjaman modal..??dan bisa memulai usaha..
    Modal yang saya butuhkan sebesar Rp.5.000.000., saya sanggup menyicil selama 2 tahun..terimakasih.

    • miphz mengatakan:

      Prinsipnya kita harus realistis, sesuatu harus dibandingkan dengan sesuatu yang sepadan. Pinjam meminjam dan berhutang berurusan dengan kepercayaan pihak ke dua, karena itu kita harus bisa meyakinkan/menjanjikan apa yg akan diusahakan idealnya akan kembali modal.

      Namun demikian, pinjam tanpa jaminan atau agunan sangat sulit ditemukan walaupun ada, misalnya ada perusahaan, partai politik, atau LSM atau lembaga tertentu yg memiliki dana hibah atau dana yg dianggap “amal”, yg menjadi program untuk kemitraan usaha atau pengembangan masyarakat.

      Solusinya tetap harus membuat perencanaan yang bisa dijelaskan secara realistis dan wajar, mengenai potensi usaha apapun kepada siapapun dalam lingkup keahlian yg dimiliki.

      Jika pinjaman 5jt / 24 bulan maka secara realistis keuntungan usaha harus minimal 200.000 per bulan, secara pribadi dan secara ekonomis saya kira lembaga formal yg bisa memberikan pijaman sangat terbatas, namun kalau boleh menyarankan bergabunglah dengan koperasi atau lembaga sejenis dan jangan sampai terlibat dengan rentenir karena ingin cepat mendapatkan dana.

  56. sukman mengatakan:

    Kalau Usaha masih kecil atau baru akan buka usaha memang butuh modal tapi malah susah cari pinjaman untuk modal .. dan bank kebanyaknya pilih usaha yang udah besar dan sukses, secara logika kok aneh ya .. kenapa ..??? karena apa tidak heran usaha udh sukses dan besar kok masih cari pinjaman … kan secara logika sudah kaya banyak dana, .. kl yang baru akan buka usaha atau udh ada usaha tp masih kecil nah .. itu baru memang perlu bantuan dana untuk modal ,,, barangkali begitulah kira2 pendapat saya sebagai org awam ..

  57. johana mengatakan:

    Waduhhh sy baru aja bikin rekening tabungan bsm. Sy kena riba gak yah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: