The Masterpiece

Teringat pada ungkapan seorang guru yang menulis, “you’re the masterpiece” di buku tahunan SMA. Tiba-tiba memori tentang masa-masa SMA muncul. Kini dalam hati aku membatin, apa maksudnya? Benarkah ia menulis kata-kata itu dalam kondisi tidak sedang berada dalam tekanan? A masterpiece? Setiap orang terlahir menjadi pemenang, “the unique”, sekurang-kurangnya di masa kita sebagai sperma, berjuang mengalahkan ratusan ribu sperma yang lain. Hingga kita terlahir, kita telah memegang predikat juara. Kita dilahirkan telah menjadi “the choosen” untuk melakukan yang terbaik. Menjadi seseorang yang memiliki posisi strategis diantara manusia yang lain. Kita diberi hidup untuk melakukan aktivitas transaksional, memberi dan menerima manfaat antar sesama manusia. Jual beli pun ternyata kita lakukan dengan Tuhan, kita dihidupkan sebagai manusia untuk beribadah kepada-Nya, kita diberi pilihan untuk membeli surga-Nya dengan amal-amal baik atau membeli neraka-Nya dengan amal-amal buruk.

Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: