Sesak

Kesenjangan, menerangi malam merefleksi Rembulan teruskan terangnya sempurna Jelas saja aku tak menyentuh hangat cahayanya, ini malam, ini gerhana Terang di tengah gulita, ia hanya refleksi ,ini malam Kesenjangan, gelisah di ujung harapan menati fatamorgana berikutnya Ini henti, ini henti… Gerhana, ini singkat, ini sesaat Sesaat yang menghentak seluruhnya Ketika udarapun tak lagi ada untuk kumaklumi Akhirnya kusadari harapan lebih penting dari sekadar nafas.

Dengan kaitkata , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: