Apakah harapan lebih penting dari bernafas?

Harapan adalah rasa percaya atau keyakinan pada suatu hasil yang positif, keinginan memiliki atau meraih sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan seseorang. “Hope” (harapan) di dalamnya mengandung “wish” (keinginan) yang secara aktif bisa berproses menjadi “idea” (ide) atau “plan” (rencana). Biasanya saat seseorang kehilangan kepercayaan, atau berada pada posisi menuntut tindakan dari seseorang, ia akan mengatakan “execute the plan” atau “prove your idea”, bukan “execute your hope!” Karena “hope” memiliki konotasi positif dan berada pada level motivasi, sedangkan “plan” pada posisi netral, bersifat aktif dan merupakan suatu tindakan atau berada di level kata kerja. Harapan berada di level motivasi, sedangkan bernafas adalah aktivitas metabolisme pada tubuh agar kita bisa hidup, bergerak, dan melakukan aktivitas.

Fungsi harapan adalah untuk menggerakkan arah kehidupan kita, ia setara dengan “visi”, sedang “misi” berisikan “plan” atau rencana kegiatan. Sebagai penggerak, harapan mirip dengan bernafas, memiliki fungsi dasar yang sama yaitu “bahan bakar” layaknya bensin pada mesin. Tanpa oksigen untuk bernafas seseorang bisa mati, tanpa adanya harapan untuk hidup ternyata seseorang juga bisa mati. Apakah harapan lebih penting dari pada bernafas? Tanpa oksigen, seseorang masih bisa hidup dengan menahan nafas sampai 3-5 menit. Tapi ketika harapan sudah habis, seseorang bisa memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Dari sisa harapannya, keputusan yang diambil sang calon pembunuh diri untuk mengakhiri nafasnya hanya membutuhkan waktu kurang dari 3-5 detik untuk memilih lompat/tidak lompat dari lantai 3 atau 5 sebuah gedung. Hehe๐Ÿ˜‰

Beribet ya penjelasannya, saya sedang belajar susahnya menyederhanakan permasalahan, hehe, betul kata Pak Mario Teguh, “Panjangnya penjelasan, sering memperlihatkan keraguan”. Hehe, latian lagi ah๐Ÿ˜‰

Sederhananya bahwa harapan memang harus dijaga, dipelihara, dan dirawat. Harapan itu masih ada, jangan biarkan sesuatu merusak dan menggerogoti harapan-harapan kita. Harapan yang kita hadirkan dalam kehidupan kita akan menuntut haknya untuk dipenuhi. Contoh sederhananya, apa yang membuat kita bersemangat malam ini mungkin karena besok pagi kita (berharap) akan bertemu seseorang yang spesial. Kita mau bekerja keras mengerjakan tugas karena ada (harapan) reward setelah tugas tersebut selesai. Dan saya masih mampu bertahan di panjangnya ujung perkuliahan karena masih adanya (harapan) untuk menyelesaikannya.๐Ÿ˜‰ Dan saya menulis di blog ini juga, sama seperti orang lain, berharap ada yang membacanya. Juga seseorang yang memberikan komentarnya, ia memiliki harapan dibaca, komentarnya ditanggapi, atau berharap blognya mendapat kunjungan balik, dsb. Maka, milikilah harapan itu, harapan yang akan menjadikan semuanya lebih baik.

Dengan kaitkata , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: