Istriku yang Cantik

Wahai istriku yang cantik,

Tiba-tiba suamimu ini ingin menyampaikan suatu mekanisme, fenomena yang baru kali ini menggetarkan manajemen pada tata perasaanku, berbentuk suatu gejala yang menghentak pada seluruh sistem tata nilai dalam diriku ini dengan tajam, tegas, dan tanpa puisi. Sepertinya, dalam hal ini aku menyatakan bahwa aku mencintaimu, wahai istriku yang cantik.

Cinta tak butuh klise, karikatur, atau disertasi. Ia hanya perlu manusia, dua manusia berbeda. Cinta tidak perlu semangat intelektual, ia hanya butuh ruang dan waktu. Ah, cinta.

Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: