Menata Selamat Tinggal

Selain dikematian nanti
Disaat ini pun kita menata selamat tinggal

Melihat asap mengangkasa dijejak sang api
Tertatih kumenggigil diputaran asa
Kini kumembata di tepian neraka
Mendirikan apa yang belum ada
Harga tiket masuk masjid terlalu mahal katanya
Hanya si kaya yang punya nilai untuk menukar dengan sujudnya

Akulah miskin, itulah yang akan membuatmu meraih kuasa
Akulah rendah, itulah yang akan membuatmu meninggi
Akulah belum apa-apa, yang akan menjadikanmu sudah apa-apa
Akulah aku, yang menjadikan dirimu menjadi mu
Dialah dia, yang menjadikan aku menjadi ku
Merekalah mereka, kitalah kita, keakuan kelompok yang disatukan oleh pengakuan

Selain dikematian nanti
Saat ini pun kita menata selamat tinggal

Namun sejarah terus berputar
Namun sejarah akan memutar objeknya untuk bercerita
Namun sejarah tidak bisa diputar balik
Namun sejarah adalah masa lalu
Namun sejarah adalah masa depan

Selain dikematian nanti
Saat ini pun kita menata selamat tinggal

Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: