Tanah Tandus

Di terik tanah yang tandus ini
Aku melihat sedanau air, di depan sana, ia menyimpan dua ribu keindahan, seribu untukku, seribu lagi untuknya

Di keringnya padang pasir ini
Dahagaku menjadi saksi, aku melempar sebuah koin yang memiliki dua sisi, satu sisiku, satu sisinya, aku melempar ke atas sana, aku menunggunya turun ke sini

Di tajamnya duri-duri kehidupan ini
Saja, aku melangkah, lagi, aku mendengar detak nadiku, kerinduan, aku menumpuk

Di gusarnya perjalanan ini, aku menanam sepotong harapan, di terik tanah yang tandus ini, aku tersenyum sederhana

Dengan kaitkata , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: