Senang-Senang Bank Century

Hoho, polemik, hahehoh masalah duit. Money changes everything, debat duit kali ini saya garis bawahi sebagai sepak bola, harus diakhiri nantinya dengan peluit panjang, entah dengan gol di tengah pertandingan atau gol di adu penalti. Asal jangan sampai rakyat jadi wasit, rakyat sudah memilih wasit, rakyat sudah merepresentasikan suaranya, kepada para juragan politik janganlah permainkan people power.

Yang satu senang karena nyimpan kepentingan politis, mau kudeta katanya, yang satu lagi senang karena yakin bakal ngebuktiin kebenaran bahwa ada indikasi dampak sistemik, dengan sekolahnya yang di luar negeri, yang satu lagi yang sekolahnya lokal, lebih tau konteks katanya, bergembira sebagai pengamat karena bisa memberikan komentarnya, yang satu lagi merasa senang ketika menginvestigasi siapa sih yang paling bertanggung jawab, ada bakteri apa sih di neraca keuangan, yang satu lagi senang karena ada kerjaan demonstrasi dan bakar-bakar foto wajah, yang satu lagi senang dengan banyaknya iklan yang masuk, wartawan ada pekerjaan, yang satu senang produknya dibeli karena masang iklan di layar sinetron Century, yang satu lagi senang ada topik buat blognya. Hahehoh. Jadi intinya semua senang. Termasuk nasabah Century, senang karena banyak orang membicarakan duitnya.😉

Dengan kaitkata , ,

8 thoughts on “Senang-Senang Bank Century

  1. M. Arief B. mengatakan:

    wah, boleh juga… pokoknya seneng-seneng hahehoh ya, bos😀
    salam kenal..
    (btw, hahehoh itu bahasa sunda ya?)

  2. davegalaxy mengatakan:

    Begitulah keadaan negara kita sekarang… rasanya tidak ada yang waras selain rakyat jelata…

    Rakyat jelata masih bisa dengan jelas membedakan apa yang salah dan apa yang benar. Maling ayam aja langsung dihakimi massa. Masa maling duit rakyat malah prosesnya bertele-tele. Mungkin kata-kata “Hanya orang yang bersalah yang membutuhkan pengacara” adalah benar adanya.

    http://davegalaxy.wordpress.com

  3. Maghleb Elmir mengatakan:

    haha, this is another nice point of view😉

    salam kenal Mas🙂

  4. Rudini Silaban mengatakan:

    memang ada benarnya pendapat anda,disaat situasi seperti ini memang banyak orang yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi seperti yg anda katakan.
    akan tetapi kita juga haruis berpikir objektif,kenapa harus begitu??
    kenapa kita tidak membantu untuk menyelesaikan kasus ini…

    thanks dah berkunjung ke blog q…

  5. miphz mengatakan:

    salam kenal semuanya, terimakasih udah mampir ^_^ n kasi tanggapan,,,

    @arief, hahehoh itu minjam istilah bapak mantan aggota dewan yg pake sorban itu, saya lupa namanya😉

    @dave, yah, namanya jg bersenang-senang (bertele-tele) semakin bertele semakin profesional,,, hak angket kayaknya jg bisa mirip hak “ingin masuk tivi”, hak ngartis, inginnya rakyat simpel, cuman pengen tau hasilnya. Ada kata bijak, “semakin panjang penjelasan, semakin menunjukkan keraguan”

    @Elmir, youre welcome🙂

    @Rudini, saya bantu merenggangkan urat syaraf saja ya mas, hehe

  6. Maghleb Elmir mengatakan:

    mas, aku ini perempuan looh, jadi dipanggilnya maleb (elmir nama keluarga).hehe..
    *ngeyel :))

  7. miphz mengatakan:

    Sip mbak maleb,,, (namanya unik y)😉

  8. Ratna Nataliani mengatakan:

    hahaha.. komentar yang unik, tapi bener juga. salam kenal ya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: