Pemakzulan yang Kurang Sistemik

Puisi pada 2 Februari

Puisi misteri di seperempat awal tahun 2010

Adalah puisi tentang noktah yang bekerja di pagi yang cerah

Menitik sinergi yang menggaris permulaan aset pencapaian baru

Menitik tanda warna yang mencerita soal jelaga yang remeh

Langkah ini membuka cakrawala yang hilang

Nafas ini menyuarakan tanda yang mewaktu

Kesaksian itu memantulkan sirna yang mengada

Sesak itu mewujud dikegalauan yang mengingat

Tanpa cinta, merupa nafas tanpa udara

Tak kunjung kau sudahi, apa yang kau mulai, apakah akumu di balik lahirmu

Tak usai kau celakai, apa akuku di pangkal lidahmu

Sakit, sakit, sakit, dan sakit ini akan tetap terlukis di kanvas sang masa

Di segala semenanjung yang tak kan hapus oleh waktu

Kaulah sutradara yang telah menitik

Serangkai episode yang mengajari api untuk membakar

Tanpamu, aku menemukan tangisan

Denganmu, akulah masygul

Tanpa mereka, aku tetap berdiri

Dengan mereka, akulah adanya

Untuk itu inilah cintaku, dan itulah cintamu

Dengan kaitkata , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: