Perbanas Minta Bank Syariah Fokus UMKM

Kompartemen Perbankan Syariah Perbanas meminta BI membuat peraturan pendukung tentang keharusan bank syariah fokus UMKM. Keberadaan aturan pendukung ini diharapkan bisa mengembalikan esensi dari perbankan syariah sebagai motor pengentasan kemiskinan. Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) meminta kepada Bank Indonesia (BI) mendesak bank syariah fokus pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)

“Harus ada portfolio yang mendukung bank syariah untuk go UMKM sehingga esensi perbankan syariah menyejahterakan masyarakat bisa tercapai,” ujar Kepala Kompartemen Syariah Perbanas Yuslam Fauzi di Jakarta baru-baru ini.

Menurut Yuslam, selama ini belum ada peraturan yang menyinggung khusus mengenai keharusan bank syariah mendukung UMKM. Padahal, bank-bank syariah dinilai sudah siap jika ada peraturan tersebut. Apalagi jika peraturan itu secara tegas mengatur berapa persen bisnis dari bank syariah tersebut dialokasikan khusus bagi UMKM.

“Kami bersedia jika harus memberikan sekian persen untuk UMKM sekaligus membuka kesempatan berusaha bagi masyarakat lainnya,” ujarnya.

Yuslam menuturkan, saat ini masih ada ketidaksamaan perlakukan Bl terhadap bank konvensional dan perbankan syariah. Diskriminasi tersebut terlihat dari beberapa peraturan yang BI, seperti likuiditas. Saat ini likuiditas perbankan syariah masih dinilai rendah jika dana pihak ketiga (DPK) lebih dominan dibandingkan pos yang lain. Akibatnya, semakin tinggi DPK maka kualitasnya semakin rendah.

Berikutnya, masalah obligasi syariah (sukuk). Kompartemen Perbankan Syariah Perbanas BI juga dinilai tidak fair karena tidak memberikan perlakuan yang sama antara sukuk obligasi konvensional. Sukuk tidak dapat dilakukan repo seperti obligasi konvensional.

“Masih ada perlakuan yang tidak adil (non-equal treatment) yang terjadi antara bank konvensional dan bank syariah,” tandasnya.

Terkait dengan hal itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengharapkan dukungan penuh perbankan dalam memberikan pembiayaan ke pengusaha pemula. Itu karena banyak pengusaha pemula yang mengalami kesulitan untuk mengakses kredit.

Erwin memaklumi sikap kehati-hatian perbankan yang lebih selektif menyalurkan pembiayaan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Seharusnya perbankan bisa mendukung dunia usaha agar pengusaha yang mendominasi ekonomi dalam negeri terutama sektor strategis terus tumbuh.

“Hipmi berharap pengusaha muda yang punya potensi besar bisa didukung supaya menjadi pemain di dalam negeri dan pelindung ekonomi negara di tengah pengusaha asing yang mulai masuk ke sektor strategis,” paparnya.

Direktur Bank SyariahMandiri (BSM) Zaenal Fanani menilai BSM selalu membuka diri untuk akses pembiayaan ke semua sektor. Pembiayaan yang masuk dalam kategori UMKM adalah pembiayaan yang berada di bawah Rp10 miliar. Jumlah pembiayaan per April mencapai Rpl3,42 triliun dengan 60% ditujukan bagi UKM. Sementara rasio pembiayaan bermasalah bersih (net non performing financing NPF netto) per April 2,15%.

“Kita tak melihat pengusaha muda atau lama Bank juga akan melakukan penilaian sewajarnya seperti bank umum kalau bisnis bagus dan baik tentu kita tidak akan menolak,” paparnya di Jakarta baru-baru ini.

Menurut Zaenal, BSM telah melakukan terobosan dalam menyalurkan pembiayaan ke UMKM melalui kerja sama dengan perusahaan besar. BSM sudah menjalin kerja sama dengan 20 perusahaan untuk menggarap UKMK. Pembiayaan usaha kecil melalui perusahaan yang dimaksud adalah unit usaha yang menjadi supplier perusahaan.

“Kami juga memberi pembiayaan ke perusahaan besar sekaligus kepada supplier. Namun, pembiayaan yang disalurkan secara hati-hati dengan memberikan pembiayaan kepada usaha bankable yang berusia minimal dua tahun,” ungkapnya. (tomi sudjatmiko/seputar indonesia)

Sumber: Syariahmandiri.co.id

Dengan kaitkata ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: