Setelah Lulus Kuliah

Then what? Ketiak saya langsung basah mikirin ini!

Which job should I take? What life should I start? What business should I start? Is this path right for me, or should I keep looking before I make a choices?

Semakin besar pilihan kita, semakin banyak opsi yang akan muncul, owh … dan semakin berat untuk meraihnya, ini rasional. Sebagaimana otak kita memilih, ternyata kita tidak bisa bereaksi seketika saat dihadapkan dengan dua pilihan (baca: perlu mikir), apalagi jika salah satunya benar-benar tampak lebih ok menurut perasaan kita. Di sisi lain ada hasil penelitian yang bilang, “kebanyakan orang ternyata tidak memilih sama sekali jika dihadapkan dengan beberapa pilihan yang keren dengan kualitas  yang setara”  😕

Sebelum akhirnya memakai insting (karena males menganalisa) atau bisa jadi akhirnya ternyata malah lebih parah – tidak membuat keputusan sama sekali (ingat: mengambil/tidak mengambil keputusan sama-sama mengandung resiko) – baiknya pilihan tersebut dianalisa dulu (males dengan kata analisa?) – ada simple step yang sering kita dengar tapi sekaligus sering kita lupakan, yaitu pertanyaan klasik – apa sih kelebihannya? dan apa  sih kekurangannya? (jangan lupa buat kategori/alat ukur yang setara untuk membandingkan keduanya) dan ingat keduanya akan selalu dealing – tarik menarik dengan kemampuan kita (waktu/tenaga/biaya/dst?).

Jadi, bagaimana cara menentukan pilihan menurut sumber ini kurang lebih:

A. Cari apa saja kelebihan vs kekurangannya!
Buat daftar (tabel 2 kolom) dan bandingkan keduanya untuk di –
B. Analisa gimana kedepannya/hasilnya,
Apakah yang mungkin terjadi dengan pilihan tersebut?
Apakah hal terburuk yang bisa terjadi dengan pilihan itu?
Bagaimana jika tidak mengambil pilihan tersebut?
Bagaimana jika mengambil pilihan yang lain?
C. Tanya – kenapa 5x! ala Mr. Sakichi Toyoda – Untuk mencari akar permasalahan.
Kenapa? Saya lapar.
Kenapa? Saya belum makan.
Kenapa? Saya tidak punya uang. (optional footnote: bisa ngemis)
Kenapa? Saya tidak kerja.
Kenapa? Saya malas. (root of cause)
D. Terakhir, ikuti insting!
Hasil penelitian menyebutkan bahwa orang yang membuat keputusan dengan cepat, bahkan hanya dengan sedikit informasi, cenderung lebih puas dengan keputusan mereka dibanding dengan orang yang melakukan analisa dan berhati-hati dalam menentukan pilihan.

Dengan kaitkata , , ,

2 thoughts on “Setelah Lulus Kuliah

  1. […] yang baru kubaca di blognya masku, mengenai apa yang seharusnya dilakukannya setelah lulus kuliah? Membacanya, aku mendapat ide bagus bahwa menghabiskan lebih banyak waktu untuk menganalisis […]

  2. […] kerasa 2 tahun lalu pernah nulis tentang  quarterlife crisis, lalu membayangkan setelah lulus kuliah mau ngapain. Sekarang nulis tentang masa-masa transisi antara setelah kuliah dengan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: