Tidak ada yang Sempurna

Tidak ada kebaikan yang sempurna, tidak ada kejahatan yang sempurna, tidak ada fitnah yang sempurna, tidak ada kesabaran yang sempurna, tidak ada keikhlasan yang sempurna, tidak ada kebencian yang sempurna, tidak ada cinta yang sempurna, tidak ada cacat yang sempurna.

Think. Googling.

Sempurna, kesempurnaan, perfection, berasal dari bahasa latin perfectio, atau “perfect” dari perfectus. Bermakna to finish, to bring to an end, finishing, atau finished.

Done? Not, yet.

Jadi kesempurnaan itu lebih bisa dijelaskan secara kualitatif daripada kuantitatif? Yes, tapi dalam kehidupan, tidak dalam logika matematis. Karena kata sempurna secara bahasa digunakan untuk menunjuk/menjelaskan titik yang paling diharapkan pada suatu jarak antara suatu nilai yang berbeda. Pusing kan?

Misal: Jika hanya ada tiga jenis tempe di dunia ini, dan penilaian rasa oleh lidah manusia sama semuanya, maka manusia bisa menentukan mana tempe yang paling enak. Dan akhirnya tempe itu bisa diberi sertifikat sempurna?

Kenyataannya: Tempe ya tempe, manusia ya manusia, lidahnya berbeda-beda.

Maka mengatakan sempurna dalam kehidupan adalah sebatas penilaian yang sifatnya temporal/berdasar ego/maksud untuk bercanda semata, yes?

Btw, secara matematis jika 1+1=2, apakah perhitungan ini sempurna? Nah, konsep kesempurnaan ternyata banyak digunakan untuk menjelaskan berbagai hal dalam berbagai hal. Pusing kan? Yang pengting ngeblog. 

The rule is perfect:  in all matters of opinion our adversaries are insane.
Mark Twain

Dengan kaitkata , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: