Ruang Tamu

Wahai Tuhan Maha Pemilik Segala Kepastian
Wahai Tuhan Maha Penampung Segala Kemungkinan

Engkau himpun kami semua di ruangan ini
Untuk mengupacarai keindahanMu
Kami menempuh jalan yang berbeda-beda
Namun ujung perjalanan kami semua adalah rumahMu
Hidup kami belum baik, dan jauh dari benar
Tak ada di antara kami yang alim atau saleh
Tapi kami semua adalah pecinta keindahanMu

Wahai Tuhan Maha Perupa
Yang Menggambar Jagat Raya
Mozaik estetika yang tak terkejar
Oleh imajinasi hambaMu yang hina
Yang menghamparkan alam semesta
Dengan detail keindahan
Yang hampir seluruhnya tak kasat mata manusia
Yang menorehkan padanya milyaran hologram
Yang bernama ummat manusia

Wahai Tuhan al Mushawwir
Maha Perupa Agung
Yang wajahMu tak terlukiskan
Oleh jari-jari kerdil kebudayaan
Yang keindahanMu tak tersentuh oleh mimpi
Yang cahayaMu menjilat gairah kami
Sampai jiwa tenggelam dan kami sirna diri
Menjelma jadi patung-patung berjalan
Mencari roh yang dulu Kau tiupkan

Wahai Tuhan Maha Wajah Yang Tak Terlukiskan
Wahai Tuhan Sosok Agung Yang Tak Tergambarkan
Inilah karya-karya kami
Replikasi amat sederhana
Dari wujudMu sendiri
Inilah titik, garis, warna dan nuansa
Yang meniru kelebatan keindahanMu sendiri
Mohon terimalah di pangkuanMu
Sentuhlah dengan magi ujung jariMu

Wahai Tuhan Yang Maha Berdiri Sendiri
Wahai Tuhan Yang Mandiri Sejati

Titik-titik ini berasal dariMu sendiri
Garis-garis ini pasti torehanMu sendiri
Warna-warna ini niscaya milikMu sendiri
Dan nuansa ini tak lain adalah ekpressi cintaMu sendiri
Adanya semua kami, hanya karena Engkau cintai
Maka terimalah karya-karya ini
Sebagai ungkapan sujud sembahyang kami

Wahai Tuhan Maha Pecinta
Yang Mempersilangkan Ada Dengan Tiada

Yang memperjodohkan waktu dengan ruangnya
Yang menghimpun kembali seluruh cinta
Nun di luar sana megah berdiri
Gedung-gedung politik dan teknologi
Yang dari jasad dan kuasaMu mereka juga mereplikasi
Menjadi cangkul, roda, logika Boolean dan Fuzzy
Belajar meniruMu sebagaimana kami
Politik mereplikasi kekuatan dan kekuasaanMu
Teknologi mengimitasi kebesaran dan kegagahanMu
Industri menerapkan keluasan dan ekspansiMu
Nuansa dan kelembutan tak tersentuh oleh tangan mereka
Cinta dan kerinduan tak tersentuh oleh fikiran mereka
Sedih dan bahagia tidak kompatibel dengan sistem mereka
Sehingga karya-karya kami sesungguhnya dianggap tak ada
Kecuali diletakkan di pinggiran pasar konglomerasi mereka
Sebagai aksesori marjinal dan sekedar pelengkap penderita

Wahai Tuhan Yang Menciptakan Manusia
Sebagai Masterpiece di antara makhluk-makhluk lainnya

Tidak ada karya kecuali sesudah Engkau pinjamkan
Tangan keterampilan dan mripat keajaiban
Maka seluruh karya ini adalah karyaMu sendiri
Dicerahkan oleh elektromagnetik ilham ke ubun-ubun kami
Engkau payungi dengan kasih sayangMu
Engkau utus ribuan bahkan jutaan pecinta
Berduyun-duyun mengunjungi dan membeli
Dengan dana yang Engkau taburkan
Dari bank-bank langitMu sendiri
Dengan bekal penghormatan dan apresiasi
Yang Engkau hembuskan dari bilik rahasiaMu yang suci
Sebab Engkaulah maha perajut cinta
Maha penyambung garis-garis estetika
Yang menggambar gelombang dan melukis frekwensi
Yang meskipun Engkau sembunyikan di dalam atau di luar bingkai
Namun aransemen cintaMu berdendang di kandungan setiap hati

Wahai Tuhan Yang Maha Perupa
Engkaulah Tamu Utama Pengunjung Karya-Karya Kami

Para malaikat dan auliya bertebaran mengawalMu
Terimalah ucapan selamat datang kami semua
Ahlan wasahlan bihudlurikum jami’a
Mohon pantulkanlah cahaya keindahanMu
Menabur dan memenuhi ruangan dan setiap karya kami
Tutupilah aib dan kekurangan kami dengan kearifanMu
Tabirilah kekurangan dan kelemahan kami dengan siasatMu

Wahai Tuhan Yang Maha Mendirikan dan Menyangga
Tegaknya Tiang Kasih Sayang dan Bendera Cinta

Kami semua tidak pernah sungguh-sungguh paham dunia
Dan dari hari ke hari semakin tidak mengerti apa-apa
Namun ada yang kami pastikan dan tekadi
Ialah takkan pergi dari wilayah indahnya cintaMu
Dunia kami persempit hanya dalam titik, garis dan warna
Karena kami tahu Engkau yang Maha Besar
Sesungguhnya lebih lembut dari yang paling lembut

( Emha Ainun Najib)

Ruang tamu ini berdimensi spiritual, dimana silaturahim yang horizontal terhubung dengan keniscayaan yang vertikal. Halaman tempat terjadinya pertemuan-pertemuan, saling mengenal dalam konteks merajut kemesraan. Acara di ruangan ini adalah halal bil halal,  tempat kita menegakkan supremasi cinta dan kasih sayang. Sebuah halaman, dimana forum silih asah, asih, dan asuh mengemuka. Sebuah ruangan yang tidak memberikan ruang kepada syak wasangka untuk menginjak  lantainya. Tempat yang dibatasi dinding estetika nan luhur, namun pintunya tetap terbuka, cahaya mentari pun boleh masuk dari bingkai jendelanya yang luas, pun saat malam ada lentera yang menerangi, menemani pertemuan kita. Namun ruangan ini hanyalah titik, yang disusul oleh titik demi titik berikutnya menuju semesta percintaan, persahabatan, serta menyentuh prinsip dasar persaudaraan.

Di ruangan ini, dimana dengan segala pesona kerendahatian, saya buka pintu selapang-lapangnya untuk secara virtual kita saling bertegur sapa, say Assalamualaikum, say hi, say salam kenal dan say lain-lain. Karena saya sadar, saya bukanlah seorang yang terkenal lagi terpandang. Demikianlah saya telah menunaikan kewajiban, yakni menyiarkan informasi yang penting, berkenaan daripada perihal di ruang tamu ini.🙂

14 thoughts on “Ruang Tamu

  1. miphz mengatakan:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh😉

  2. universe mengatakan:

    Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

  3. winy mengatakan:

    pa kabar miph?

  4. demalungjava mengatakan:

    assalamu’alaikum…🙂

  5. nurdiyanti mengatakan:

    Assalamu’alaykum wr.wb

    Mari menciptakan jejak kehidupan dengan menulis…
    Semangat

  6. nurdiyanti mengatakan:

    ya.. ya…
    anda seperti seorang teman saya, yang sering mengatakan demi anak cucu..
    hmm..
    biasanya, orang2 seperti ne yang dah kepingin nikah,hehe….
    hamasah

  7. soniwahyudi mengatakan:

    Mas Miphz, terimakasih ya…, sudah mampir di blogku yang newbie ini….., salam deh buat teman-teman lainnya.

  8. fawaizzah mengatakan:

    assalamu’alaikum,…
    numpang bertamu, #eh bertamu kok numpang😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: